Browsing "Older Posts"

Home » tampilan

Hidup Di Jakarta Mahal Dan Sulit !!, Siapa Bilang ?




Dulu waktu selesai kuliah diploma di Universitas Sriwijaya tepatnya pada tahun 2012 niatnya sih mau merantau ke ibu kota negeri kita tertjinta ini sih .. tapi banyak sekali pertimbangan yang akhirnya memutuskan untuk menunda semuanya dan kerja di Palembang ajalah,

pertimbangannya mulai dari biaya hiduplah, transportasi, tempat tinggal, makanan palembang yang enak  dan segala tetek bengek lainnya, apa lagi setelah baca berita dari BBC soal masalah lingkungan yang banjir besar. buat nyali gw jadi secuil doang wkwwkwk..


tapi setelah cukup lama menunda hal tersebut akhirnya gw memutuskan untuk tetap merantau ke ibu kota, bos gw bilang "balls of steel" coba dulu kalau belum dicoba sama aja bohong. akhirnya beberapa bulan yang lalu gw pindah ke jakarta dan yang gw khawatirin sebenernya hampir terjawab ketika terpaksa duduk di kafe mahal hahaha .. dan kemana-kemana naik taksi bahhh... 

namun rupanya gw kemaren cuma gaptek doang dan merasa kebanyakan duit. setelah duit gw kosong dan dompet tinggal kulit doang "soalnya debit" akhirnya gw memutuskan cari informasi dan pengalaman mereka yang kurang mampu di Internet haha..

ada  beberapa point yang buat gw takjub dan merubah opini gw, seperti adanya fenomena industri kreatif  "On demand Service" berbasiskan digital kayak kalau mau kemana-kemana gw pake Go-jek, GrabBike dan lainya yang kemana aja sampe 12 KM harganya enggak lebih dari 15 ribu, kemudian kalau mau makan pake go-food itu gw tinggal pilih masakan palembang ada "Pempek Pak Raden" lagi hahaha..

terus kerjaan gw banyak yang buat waktu tuk cuci nggak sempet soalnya perjam nya gaji gw gede "BOONG", belum lagi baju yang dikhawatirin bakal tertumpuk maklum jomblo tapi bukan JONES haha..  tapi sekarang gw nggak bingung lagi setelah searching di Google rupanya ada jasa laundry by the chest dari ahlijasa.com, gw tinggal penuhin chestnya yang gede hampir muat 9 kilo, booking lewat aplikasi androidnya trus dijemput deh oleh driver mereka ke rumah (Kosan) gw. trus pengantarannya tepat waktu lagi setelah tiga hari, lipetannya rapi dan harum hahah.

mau tau harganya ?? ..  harganya  laundry ahlijasa murah lagi cuma 30.000 per chestnya bayangin aja kalo kita ke  toko laundry  yang di jakarta rata-rata biayanya sampe 7.000 perkilo terus musti naik ojek ke laundry nya huhhh abis deh kulit dompet gw cuma gara-gara baju kotor .. 

jadi siapa bilang hidup dijakarta itu mahal .. hahaha

ehh BTW klik disini aja kalau mau download aplikasinya .. cepetan ya entar naik lagi hahaha

Bagaimana Konsep MVC Pada Android


Selamat siang blogger !!!

Kali ini saya akan menganalisa konsep MVC pada aplikasi  android yaitu aplikasi Shopping Cart yang dikembangkan oleh AndroidExample. baiklah sebelumnya saya terlebih dahulu akan menjelaskan konsep MVC Android terlebih dahulu.
menurut Wikipedia konsep "MVC atau Model-View-Controller adalah sebuah metode untuk membuat sebuah aplikasi dengan memisahkan data (Model) dari tampilan (View) dan cara bagaimana memprosesnya (Controller). Dalam implementasinya kebanyakan framework dalam aplikasi adalah berbasis arsitektur MVC.

Sedangkan menurut phpro.org "A Design pattern is a code structure that allows for common coding frameworks to be replicated quickly. You might think of a design pattern as a skeleton or framework on which your application will be built.".



Bagian-bagian dari MVC
  • Model, Model mewakili struktur data. Biasanya model berisi fungsi-fungsi yang membantu seseorang dalam pengelolaan basis data seperti memasukkan data ke basis data, pembaruan data dan lain-lain. 
  • View, View adalah bagian yang mengatur tampilan ke pengguna. Bisa di katakan berupa halaman web. 
  • Controller, Controller merupakan bagian yang menjembatani Model dan View. Controller berisi perintah-perintah yang berfungsi untuk memproses suatu data dan mengirimkannya ke halaman web. class ini biasanya mengextends dari class-class Activity, Fragment dan Adaptor.
Berikut MVC Workflow pada umumnya :




Analisis Aplikasi
Baiklah setelah membahas konsep MVC kali ini saya akan menjelaskan workflow pada aplikasi Shopping Cart ini sehingga aplikasi ini layak disebut menerapkan konsep MVC.
Tahap Pertama - pada layar utama (View) pengguna memilih produk yang akan ditambahkan pada keranjang belanja.
Tahap Kedua - kemudian Controller mengrahkan pada ModelProduct yang dipilih memasukkannya pada ModelCart data.
Tahap Ketiga - Controller memanggil kembali tampilan utama atau tampilan kedua yang data Shopping cartnya teah terupdate.

berikut tampilan alur MVC-nya

Berikut struktur projectnya
Model
File Model pada project ini yaitu  src/ModelProducts.java
terlihat didalam kerangka kode ModelProducts.java terdapat metod-metod yang mengembalikan varible-variable properti produk seperti metod getProductName(), getProductPrice().



Controller
File : src/Controller.java
Controller pada andrid dapat kita cirikan pada script kodenya yang meng-extends Class dari Activity, Fragment dan Adaptor dan didefenisikan dengan tag-tag pada file AndroidManfest.xml. kelas ini berinteraksi dengan model dan menyediakan data-data yang akan ditampilkan. terlihat pada kode file Controller.xml metod getProduct() dengan tipe data ModelProduct mengembalikan data yang telah disediakan oleh controller.

View

File : src/FirstScreen.java dan layout/firstscreen.xml
Pada aktivitas ini metod getApplicationContext() menyediakan obyek kepada File Controller.java, yang kemudian akan menggunakan obyek ini untuk menyediakan detail produk dan menaruhnya pada obyek Arraylist. aktivitas ini akan membuat element view secara dinamis dalam menampilkan detail produk dan menambahkan  item pada keranjang belanja.
setelah pengguna mengklik "add to cart" objek produk akan ditampung pada Arraylist pada kelas ModelCart.


Bagaimana Cara Analisis Tampilan Website Yang Baik



Selamat Sore Blogger !!!

Kali Ini Saya Akan Membagikan Cara Nihh, Bagaimana Analisis Tampilan Website Yang Baik, Konsep Tata Ruang dan menyusun Halaman Muka yang cantik dan informatif.
Seringkali kita agak kebingungan melihat tampilan suatu web yang acak-acakan dan urakan atau tidak rapi padahal isinya sungguh informatif, tetapi karena apa yang kita lihat tidak tertata kita, akan berfikiran bahwa website tersebut tidak berbobot dan tidak jelas, terutama website yang mewakili suatu korporasi yang besar.

Dalam mendesai web teradapat beberapa prinsip seperti berikut :
  • Memfokuskan pada pengguna dan task-task, bukan hanya pada teknologinya.
  • Mempertimbangkan fungsi-fungsinya terlebih dahulu, baru penyajiannya.
  • Menyesuaikan dengan pandangan pengguna terhadap task.
  • Mendesain pada keadaan yang lazim.
  • Jangan mempersulit task pengguna.
  • Adanya fasilitas pembelajaran.
  • Memberikan informasi, bukan hanya data.
  • Mendesain kecepattanggapan (responsiveness).
  • Ujicobakan pada pengguna, kemudian tetapkan.
Kriteria situs yang baik : 
  • Usability
  • Sistem Navigasi (Struktur)
  • Desain Visual (Graphic Design)
  • Konten (Contents)
  • Kompabilitas (Compability)
  • Lamanya Proses (Loading Time)
  • Fungsionalitas (Fungsionality)
  • Aksesbilitas (Accesibility)
  • Interaktivitas (Interactivity) 
Usability merupakan salah satu faktor penting dalam mengembangkan sebuah situs. Sebagian besar proses perkembangan situs menerapkan konsep sistem usability ini.
Menurut Jakob Neilsen usability melibatkan pertanyaan “Dapatkah user menemukan cara untuk menggunakan situs web tersebut dengan efektif (doing things right). Usability dapat pula sebagai suatu pengalaman pengguna (user experience) dalam berinteraksi dengan aplikasi atau situs web sampai pengguna dapat mengoperasikannya dengan mudah dan cepat.

Sumber : MIRA AFRINA, MSC